TERBARU

Puspaga Mengajar dan Cegah Bullying di Sekolah

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Untuk mencegah kasus Bullying atau perundungan serta isu perlindungan anak dan perempuan lainnya, Pusat Pembelajaran Keluarga atau Puspaga Gurindam, Kepri, menerapkan program rutin yang dinamakan Puspaga Mengajar.

Inilah suasana program Puspaga Mengajar yang dilaksanakan di SMKN 4 Tanjungpinang, Jumat (3/2/2023) pagi.

Penyuluh dari Puspaga Gurindam terlihat memberikan materi sosialisasi tentang mencegah bahaya dan dampak Bullying, kepada sejumlah siswa – siswi SMKN 4 Tanjungpinang.

Dalam materi yang diberikan, para siswa diharapkan dapat menjadi pelopor dan pelapor anti Bullying jika terjadi Bullying di sekitar mereka.

Dampak dan bahaya Bullying juga dijelaskan dalam sosialisasi ini, agar para siswa menyadari bahwa Bullying adalah tindakan yang salah, bahkan dapat berdampak buruk dalam jangka panjang pada korbannya.

Menanggapi kegiatan ini, Kepala SMKN 4 Tanjungpinang, Sulasmi menyambut baik kontribusi positif yang diberikan Puspaga Gurindam kepada siswa – siswanya. Sulasmi berharap ini dapat secara intens dilakukan agar siswa semakin paham.

“Kita sambut baik program ini, kita harapkan kedepan ini bisa diteruskan selanjutnya, sehingga sekolah – sekolah dapat bebas dari ancaman Bullying, kita dari pihak sekolah juga telah menyiapkan materi anti Bullying dalam kurikulum saat ini, tidak hanya itu, kita juga menyiapkan sanksi tertentu bagi pelaku Bullying di sekolah ini,” jelas Sulasmi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuam, Perlindungan Anak, Dalduk dan KB Provinsi Kepri Ani Lindawaty, melalui Ketua Puspaga Gurindam Kepri, Andi Kurniawan menjelaskan, program ini telah berjalan sejak November 2022 lalu, dan saat ini 10 sekolah di Tanjungpinang, Batam dan Bintan telah mereka kunjungi.

“Bullying ini harus kita cegah, karena dampaknya bagi kesehatan mental korban cukup berat, bahkan bisa berdampak pada gangguan jiwa hingga berujung bunuh diri, maka kita datang ke sekolah – sekolah untuk memberikan edukasi pada siswa agar bisa menjadi kader pelopor dan pelapor anti Bullying,” jelas Andi.

Berdasarkan data dari Kemendikbud RI, pada tahun 2022 lalu, tercatat sekitar 41 persen kasus Bullying atau perundungan terjadi di lingkungan sekolah, hal ini menunjukkan perlunya langkah mitigasi yang masif melalui sosialisasi dan pendidikan karakter di dunia pendidikan. (Drl)

Berita Terkait