TERBARU

Kepri Mengejar Target Zero Stunting

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Badan kependudukan dan keluarga berencana nasional atau BKKBN mendorong penurunan angka stunting di Provinsi Kepri dengan mengedepankan program – program preventif mencegah stunting pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Dalam agenda kunjungan kerjanya di Kepri, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menekankan kepada Pemprov Kepri untuk terus menekan angka stunting lebih rendah lagi di tahun ini.

Hal itu disampaikan Hasto saat menghadiri Rakerda BKKBN Kepri di Tanjungpinang, Kamis (2/2/2023) siang.

“Saya yakin, dengan capaian yang dicapai Kepri sekarang, yakni Prevalensi 15,4 persen angka stunting se Nasional, target 10 persen akan tercapai pada 2024 mendatang,” jelas Hasto.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad optimis akan mengejar target angka stunting yang telah ditentukan pemerintah pusat, bahkan Ansar percaya bahwa Kepri dapat mencapai Zero stunting kedepannya.

“Kita optimis mengejar target yang lebih baik lagi, saat ini Kepri berada di ranking empat terendah se Indonesia, kita yakin, dengan kerjasama antara semua pihak, ditambah lagi DAK yang disalurkan dari pemerintah pusat, ini akan menambah potensi kita menekan stunting, baik dari segi pemantauan gizi anak hingga edukasi kepada orang tua,” ungkap Ansar.

Ditempat yang sama, Kepala BKKBN Kepri, Rohina menyebutkan, program penanganan stunting saat ini sudah berjalan baik, kendati demikian program – program tersebut harus ditingkatkan oleh semua pihak yang terlibat, seperti pemantauan pengasuhan kecukupan gizi pada 1000 HPK, pendampingan keluarga, edukasi Catin dan lain sebagainya.

“Ada beberapa hal yang harus kita kejar untuk menekan stunting di Kepri, antaranya adalah pendampingan Catin sebelum memasuki pernikahan, pengasuhan 1000 HPK serta optimalisasi DAK yang disalurkan kepada daerah, agar dapat terserap dan digunakan mendukung program cegah stunting,” jelas Rohina.

Secara Nasional, Indonesia menargetkan 14 persen Prevalensi angka stunting pada 2024, hal ini ditargetkan untuk menciptakan generasi emas untuk masa depan Indonesia 2030 mendatang.(Drl)

Berita Terkait